Bila kita berbicara soal pekerjaan atau profesi yang sangat mulia, berpengaruh dan dapat mengubah dunia, maka guru lah jawabannya. Pengaruhnya dapat membawa masa depan lebih cerah, karena pengorbanannya dalam mendidik anak-anak bangsa menuju impiannya, mengubah seorang siswa dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak baik menjadi baik. Guru bukan hanya seorang yang tugasnya menyampaikan ilmu pengetahun tapi juga seorang yang mendidik dan membentuk karakter siswa. Itulah mengapa menjadi seorang guru bukanlah tugas yang mudah, memang benar kata orang bahwa siapa saja bisa menjadi guru tapi tidak semua orang bisa menjadi guru yang baik. Menurut saya, guru yang baik adalah guru yang mampu mengubah pandangan dan paradigma siswanya, menggerakkan hati siap anak didiknya dan mampu membimbing mereka menuju jalan yang mereka inginkan
Guru memang selalu dipandang sebelah mata, kualifikasinya selalu dipertanyakan dan selalu serba salah dalam menindak anak-anak yang mungkin punya masalah. Bila guru menghukum siswa yang bermasalah dan melanggar aturan maka guru akan dianggap sebagai seorang yang gagal dalam mendidik, tak jarang pula ada guru yang terjerat pidana dengan menghukum siswanya yang melanggar aturan. Bila guru membiarkan siswanya melakukan pelanggaran maka ia juga akan dianggap gagal karena tidak mendidik siswanya dalam menegakkan aturan. Dengan begitu banyak tanggungjawab yang diberikan oleh seorang guru, ia masih saja tidak dianggap pekerjaan yang setara dengan pekerjaan lain, dengan penghasilan yang seadanya, sebisanya dan seikhlasnya. Guru diberikan banyak tugas baik dalam mendidik siswa, melengkapi administrasi, mengelola keuangan sekolah, mempersiapkan bahan dan alat mengajar, sampai menyiapkan siswanya untuk mengikuti lomba, jadi tidak banyak orang yang berminat menjadi seorang guru dengan begitu banyaknya tugas dan tanggungjawab yang diberikan tetapi dengan pendapatan yang minimal.
Menjadi seorang guru dibutuhkan mental dan kesabaran yang besar, ia harus menganggap semua jerih payahnya menjadi suatu ibadah, kerja kerasnya dibayar oleh rasa ikhlasnya dan keringatnya hanya sebatas angin lalu. Guru tidak berharap banyak pemberian dari anak didiknya, guru juga tidak menginginkan pujian yang berlebihan tapi guru akan sangat berterimakasih bila anak didiknya bisa menjadi pribadi yang baik, dapat menjadi kebanggan bagi orangtuanya dan bermanfaat bagi sekitarnya.
Ada yang berpendapat bahwa "kalau mau jadi kaya, jangan jadi guru". Mendengar pernyataan itu, saya langsung berfikr bahwa menjadi seorang guru seperti menjadi miskin selamanya, tidak memiliki hak untuk bisa menjadi kaya. Pernyataan tersebut sebenarnya bisa dibilang benar juga apalagi di negara kita tercinta yaitu di Indonesia, dimana posisi guru kurang dihargai tapi di sisi lain juga bisa salah, karena perspektif tentang kekayaan adalah sesuatu yang subjektif dan tidak ada tolak ukurnya.
Komentar
Posting Komentar